Khawatir Bersama praktik freeze contract, Coach Yeb Penilaian organisasi esports yang masih melakukannya.
Vice President ONIC Esports, Coach Yeb, Memberi Penilaian mengenai Keputusan Bersama beberapa organisasi esports yang melakukan freeze contract kepada para player-nya. Hal ini dipandang telah melanggar hukum dan juga membahayakan masa Didepan para Manajer.
Praktik freeze contract alias pembekuan Perjanjian ini sudah lama terjadi Hingga dunia esports. Ada beberapa organisasi esports yang secara terang-terangan mengaku Ditengah membekukan Perjanjian seorang Manajer yang berada Hingga Di naungannya.
Hal ini bisa dilakukan Dari organisasi esports yang bersangkutan Sebab memang telah dicantumkan Hingga Di Perjanjian awal Bersama Manajer dan sudah disepakati Dari kedua belah pihak. Opsi freeze contract ini bisa diaktifkan, terutama jika sang Manajer membuat Kesalahan Individu ataias tidak profesional.
Ada banyak perdebatan Hingga kalangan pelaku esports mengenai praktik freeze contract ini Sebab masih terlihat ada sisi positif dan negatifnya Untuk Manajer dan manajemen. Hal ini pun memunculkan pihak yang pro dan kontra mengenai hal tersebut.
Tetapi, bukan tidak Mungkin Saja opsi freeze ini digunakan ketika sang Manajer tidak bisa Menunjukkan Penampilan terbaik sesuai harapan manajemen, bukan Sebab tindak indisipliner atau tidak profesional. Jika hal ini terjadi, maka sang player lah yang Berencana dirugikan Sebab tidak Merasakan gaji yang telah disepakati dan bisa leluasa melanjutkan karier Hingga tempat lain.
Masih ada langkah lain yang bisa ditempuh seperti berunding Sebagai mengakhiri Perjanjian secara bersama-sama agar sang Manajer bisa melanjutkan karier Hingga tempat lain dan organisasi tidak perlu lagi membayarkan gaji, bonus, atau apapun yang telah disepakati Sebelumnya Itu.
Source –> Oneesports.id/ Indonesia: Penilaian Coach Yeb soal freeze contract: Kasihan player-nya guys!
